Navigation Menu+

Tugu Khatulistiwa (Equator) Santan Ulu Kukar Kaltim

Posted on Feb 2, 2013 by in Keluarga, Lain-lain | 20 comments

Me                 : “Kemarin dlm perjalanan ke Bontang sempat mampir ke Tugu Khatulistiwa nggak?”

Bunda A       : “Tugu Khatulistiwa ? Di Bontang sebelah mana mba???”

Bunda B, C dan dan beberapa yang lain :  “Emang di Kaltim ada Tugu Khatulistiwa? Bukan Tugu Khatulistiwa itu cuma ada di Pontianak ?”

Bunda A        : “ Berarti Kaltim juga dilewati garis khatulistiwa ya?”

Me                    : ???? ..*tepok jidat*

Itulah sepenggalan percakapanku dengan beberapa mommies lain saat sedang menunggu di sekolah Kimi. Percakapan ini memberikan gambaran betapa kita sering berjarak dengan bumi kita sendiri…… Sungguh suatu ironi, garis khatulistiwa yang merupakan trade mark negara kita tercinta yang bahkan dimasukkan sebagai bagian dalam lambang negara Burung Garuda. Tetapi kita sendiri tidak berusaha mencari tahu dan mengenalnya..

Okey deh teman-teman.. Mari kita sedikit mereview pelajaran IPS waktu duduk di bangku sekolah dahulu ya .. hehehe.  Sesuai dengan julukan Zamrud Khatulistiwa,  Indonesia merupakan negara dengan perlintasan garis khatulistiwa terpanjang. Kurang lebih 1/11 panjang keseluruhan garis khatulistiwa di bumi. Saking panjangnya, ada beberapa kota di Indonesia yang dilintasi garis ini. Selain Pontianak, ada beberapa kota lain di Indonesia dimana garis khatulistiwa melintas. Lintasan ini juga ditandai dengan penanda. Misalnya di pulau Sumatra, tepatnya Sumatera Barat terdapat Gerbang Khatulistiwa dan Taman Equator di Bonjol serta Bola Khatulistiwa di Koto Alam Kabupaten Limapuluh Kota.

Selain Sumatera Barat, di Riau juga berdiri Tugu Equator di kabupaten Pelalawan. Selanjutnya, di  pulau Sulawesi terdapat Tugu Khatulistiwa di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sementara di Pulau Kalimantan sendiri  terdapat Tugu Khatulistiwa Pontianak, Kalimantan Barat dan Tugu Khatulistiwa Santan Ulu, di Bontang, Kalimantan Timur. Namun memang di antara penanda-penanda khatulistiwa tersebut, Tugu Khatulistiwa Pontianak yang paling populer. Demikian populernya sehingga kota Pontianak sendiri pun akhirnya identik dengan kota (garis) khatulistiwa.

Nah sebagai warga Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, sudah seharusnya aware dong dengan keberadaan penanda khatulistiwa di wilayahnya sendiri… iya kan?? Memang  sih jika  dibanding Tugu Khatulistiwa di Pontianak yang sudah tersohor seantero Indonesia, Tugu Khatulistiwa Santan Ulu lebih sederhana dan relatif  baru. Tugu ini dibangun pada tahun 1993 dan direnovasi lagi tahun 2010. Apalagi promosi pemerintah daerah mengenai keberadaan Tugu ini minim sekali, heran banget…  Setelah selesai direnovasi oleh PT. Kaltim Methanol Industri  catet pihak swasta yang tergerak merenovasipada  th 2011. Setelah selesai, kompleks bangunan ini diserahkan kembali ke Pemda. Sayangnya,  bangunan ini terkesan dibiarkan begitu aja… hiks. Padahal jika dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh seperti di Pontianak, tugu ini bisa menjadi salah satu objek wisata pendidikan yang bagus juga.

tugu khatulistiwa
tugu khatulistiwa
tugu khatulistiwa

Tugu Katulistiwa Santan Ulu  ini terletak di Km 25 Jalan Bontang – Samarinda.  Terbuka untuk umum tanpa retribusi alias gratis. Tidak ada penjaga khusus yang menjaga. Ketika kami berkunjung kesini kemarin hanya ada anak-anak yang menjaga portal untuk roda 4. Kami beri anak-anak ini  beberapa ribu untuk membuka portalnya. Dan selama kami berada di sekitar tugu , anak-anak ini selalu berkerumun mengikuti, sambil menjelaskan dan menunjukan ini itu  seperti gerombolan guide gratis gitu lah.. hahaha

Sayang bangunan utama tugu sendiri terkunci rapat.  Ternyata hanya pada  hari tertentu yang ramai pengunjung seperti hari libur saja, bangunan utama  dibuka. Selain pada hari-hari tersebut, bangunan tugu terkunci rapat. Kunci bangunan ini dipegang oleh warga sekitar. Sebenarnya kita bisa saja meminta tolong anak-anak tadi untuk mencarikan pemegang kunci ini. Bahkan salah satu anak mengatakan pemegang kunci bangunan tugu adalah bapaknya dan sekarang sedang bekerja di ladang. Kalau kita mau dia bisa saja susulin ke ladang. “Dekat kok Bu..” katanya penuh semangat 45. Sambil menunjukkan lokasi ladang nan jauh di ujung mata…wooou…  Melihat lokasi ladangnya diperbukitan naik turun gitu, bisa setengah jam lebih kalo disusulin. Nggak jadi saja deh melihat bagian dalam tugu. Akhirnya kita cukup puas mengintip-intip dari luar saja  hehehe

tugu khatulistiwa

Bangunan  utama Tugu Khatulistiwa Santan Ulu  berbentuk lingkaran dan memiliki tinggi kurang lebih 30 meter. Di puncak bangunan dipasang arah mata angin dan posisi persis lokasi ini berdasar garis bumi, 00′ 00’ 00′ dan 117o 21’ 47′ Bujur Timur.

Disini juga digambarkan peta bumi dengan garis katulistiwa berwarna merah. Garis ini mempertegas kalau itu adalah garis tengah bumi sesungguhnya. Letak garis merah ini persis disebelah tempat parkir. Selain di tempat parkir, di jalan raya yang menghubungkan Samarinda dan Bontang juga digambarkan peta yang sama. Garis merah juga dibuat membelah peta tersebut untuk mempertegas garis tengah bumi. Jadi jika kita melintas di jalan tersebut, kita akan sadar bahwa telah melewati garis tengah bumi menuju belahan bumi yang lain.

So teman-teman, jika berkesempatan berkunjung ke Kota Bontang jangan lupa menyisihkan waktu mampir ke Tugu Khatulistiwa Santan Ulu ini ya. Meski cuma memakan waktu tidak sampai setengah jam-an untuk sekedar mengambil foto dan mengamati garis khatulistiwa.  Tapi kita bisa mendapat pengalaman unik yaitu “fenomena berdiri di dua dunia”. Maksudnya begini jika kita berdiri di atas garis khatulistiwa dengan menghadap ke Barat atau ke Timur, maka satu kaki kita menapak belahan Bumi Utara sementara kaki yang lain menapaki Belahan Bumi Selatan.. Asyik dan lucu khan… Well Done

Kayak pose Mas Akhtar di tugu khatulistiwa ini lho..

tugu khatulistiwa

Sumber: kompasiana

20 Comments

  1. wah kayanya asyik ya jalan2 ke sana… tapi jauh bener dari rumah saya…

  2. Waaah.. aku baru tau kalau ada beberapa tugu khatulistiwa.. Aku cuma tau yang di Pontianak itu aja.. Tapi emang sih ya, logikanya pasti ada beberapa kota-kota lain juga yang posisinya pas.. ^^

    Waaah Mas Akhtar hebat.. udah berdiri di 2 dunia.. ^^

  3. Kunjungan balik, salam kenal bunda !
    thx kunjungannya ke blog sunyi senyap tempat saya….

    :mrgreen:

    • makasih kunjungan baliknya .. sunyi senyap emang kuburan..hehehe

  4. wah seru ya konsep berdiri di 2 belahan dunia :D.. aku belom pernah ke kalimantan bun, padahal bule2 banyak ya yang ke kalimantan, dari yang explore hutan sampe ke derawan hihihi.. mudah2an nanti ada kesempatannya pingin jalan2 ke kalimantan 😀

    • Amiin..smoga ada kesempatan utk ikutan ekplore hutan dan pantai di Kalimantan ya..biar nggak kalah ama bule2 itu..

  5. hihihi aku juga sama kayak ibu2 itu, taunya cuma garis khatulistiwa ya dipontianak ;p
    smoga one day, aku bisa menginjakkan kaki ke kalimantan.. ;))

  6. Aku kalau ke sini sering bingung mbak, krn blom terbiasa jadi bingung mau ngekilk yg mana, skrg krn bingung ya aku klik yg arsip bulanan, baru deh ketemu post terbaru, *ndeso ya mbak aku* 😛

    Aku pernah baca ttg tugu Khatulistiwa ini, jadi pengen ke sana juga nih 🙂

  7. wah, bisa berdiri diatas dua dunia rasanya pasti seru ya mas akhtar..hehe..

  8. hao Bunda…..thanks for sharing, nanti kalau ada waktu jalan2 ke sana ah 🙂

  9. wah jadi dapat pelajaran IPS di sini…hehe
    kapan-kapan kalau ada kesempatan pengen juga liat ke sana

  10. Aslm.
    Terima kasih sudah posting informasi ini, buat aku pribadi sangat bermanfaat karena Sabtu nanti saya akan bawa turis asing dari Chevron ke tempat ini dan bacaan ini sangat berguna buat intro.
    Terima kasih dan terus update ya.
    Salam hangat dari Kota Balikpapan.

    Muhammad Ami

  11. Saya sdh lihat yang di Pontianak n pastinya foto2 dong, smg lain waktu bisa kunjungi yang di Bontang ato d Sumatera ato Sulawesi

  12. Aduh makasih banget informasinya y bunda….ni ak dr jawa moga2 aja bisa kunjung ke sana….

  13. Ne saya bru darisana,puas rasa nx kalo bsa berkunjung kstu

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share This
%d blogger menyukai ini: