Navigation Menu+

Wisata Liverpool – Albert Dock dan The Beatles Story

Posted on Mei 8, 2015 by in Aktivitas, Inggris, Liverpool | 0 comments

Lanjut ke Albert Dock, pelabuhan yang dibuka tahun 1846 ini adalah pelabuhan pertama di dunia yang menggunakan direct loading ke warehouse dan pelabuhan pertama yang menggunakan crane hidrolik. Oh iya..  Liverpool terkenal tidak hanya sepakbolanya tetapi juga sebagai kota pelabuhan. Selain Alberd Dock ada juga beberapa dermaga terkenal di sini. Selain kompleks wisata kompleks pelabuhan dan warehouse, area Albert Dock juga menawarkan beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi. Antara lain The Beatles Story, Merseyside Maritime museum, International Slavery museum, Tate Liverpool dan Piermaster’s House. Dan dari berbagai tempat yang ditawarkan tersebut, tentu saja The Beatles Story paling menarik untuk dikunjungi hehehe

01-liverpool-waterfront 02-waterfront 03-museum-of-liverpool 04-queensway 05-signs 06-city-explorer-bus 07-albert-dock 08-albert-dock-2

Dan pilihan tersebut ternyata tidak salah, The Beatles Story memang sangat menarik. Saya yang tidak begitu tahu sejarah tentang band ini, jadi tahu lebih banyak. Mulai dari awal merekrut anggota band, kemudian mereka mulai terkenal dan akhirnya bubar. Lagipula, selama menikmati The Beatles Story, kuping kami selalu dimanjakan dengan lagu-lagu The Beatles yang asyik-asyik banget . Mulai dari Imagine, Let it Be, My Bonnie, Please Please Me, Hei Jude dll… Wah… benar benar menyenangkan. Serasa kembali ke masa kejayaan The Beatles deh.
Ternyata histeria fans terhadap idolanya bukan fenomena baru lho. Histeria ini sudah ada sejak tahun 1950an. Foto-foto dan video saat The Beatles show ke beberapa tempat menunjukkan hal tersebut. Bagaimana histerisnya fans itu melihat idolanya pentas, sampai pingsan segala gitu *tepok jidat*

01-pintu-masuk 02-beatles-story-1 03-beatles-story-2 04-beatles-story-3 05-beatles-story-4 06-beatles-story-5 07-beatles-story-6 08-beatles-story-7 09-abbey-road 10-pintu-keluar

Sekitar jam 5 sore kami baru keluar dari The Beatle’s Story. Dan seperti kewajiban, gak lengkap rasanya kalo belum jalan ke tempat belanja. It’s shopping time! Kebetulan area belanja di Liverpool hanya menyeberang jalan dari depan kawasan Albert Dock. Tanpa sengaja disini kami melihat banyak orang menenteng tas belanja Primark. Nah, ini yang kami cari-cari selama ini. Setelah nanya ke 3-4 orang yang nenteng tas belanjaan, sampailah kami ke Primark Liverpool.

So amazing dengan harga barang-barang di toko ini. Bagaimana tidak, kaos katun kualitas lumayan  cuma dibandrol £1. Ya! Anda tidak salah. Satu poundsterling alias Rp. 19.400 saja. Setelah satu jam, kami keluar dengan dua tas belanja Primark ukuran besar yang penuh. Puas banget dah.

Masih penasaran dengan harga-harga di Primark Liverpool, setiba kembali ke Manchester malam itu, kami langsung meluncur ke Primark Manchester di kawasan Piccadilly. Hanya sekitar 10 menit jalan kaki dari hotel. Ternyata sudah tutup jam 9 malam, 10 menit sebelum kami tiba. Aduh kecewa banget deh. Ini menjadikan kami memiliki motivasi kuat untuk mengunjungi Primark di kota tujuan berikutnya yaitu London.

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share This
%d blogger menyukai ini: