Navigation Menu+

Wisata Manchester – Town Hall dan Salford Quays

Posted on Mei 6, 2015 by in Aktivitas, Inggris, Manchester | 0 comments

Bundaran Albert dan Manchester Town Hall

Bundaran Albert yang berada di jantung kota Manchester adalah bundaran jalan favorit yang telah dikenal oleh seluruh pengunjung wisatawan lokal, Eropa, dan juga wisatawan internasional lainnya. Suasana santai di lingkungan Bundaran Albert inilah yang terbilang unik dan penuh kharisma. Dikelilingi bangunan gedung-gedung bersejarah nan megah, bergaya arsitektur Neo Gothic dan juga berbaur dengan deretan kafe – restoran bonavit, luxury beauty salon, berikut juga deretan toko butik high-end.

Di sini juga terdapat bangunan terkenal yaitu Manchester Town Hall yang bisa dikatakan sebagai monumen terbesar yang ada di kota ini. Bangunan bergaya Victoria dengan ornamen batuan ghotic ini dilengkapi menara jam yang punya ketinggian 85 meter dari permukaan tanah. Jarum penunjuk menitnya panjangnya sampai 3 meter. Di ujung menara terdapat sebuah bola emas yang merupakan simbol matahari yang menyinari kota Manchester.

01-town-hall-bench 02-the-albert-memorial 03-albert-square 04-manchester-bell-tower 05-manchester-chop-house 06-the-memorial-hall 07-manchester-town-hall 08-north-view 09-south-view

Salford Quays and Lowry Complex

Setelah muter-muter kompleks stadion Red Devils, kami melanjutkan perjalanan city tour. Window shopping di komplek pertokoan Salford Quays dan Lowry Complex yang megah, modern tapi asyiknya untuk item barang tertentu ternyata lebih murah dibanding di harga di Indonesia lho. Di kompleks inilah tempat Lyrics theatre, Quays theatre, area gallery seluas 1600 meter persegi plus aneka cafe, bar dan restoran. Tapi kami lebih suka liat area belanjanya.. hahaha

manchester-ship-canal the-lowry the-lowry-complex

Setelah puas –dan capek– seharian, kami kembali ke bundaran Albert di jantung kota Manchester untuk makan malam. Kami makan malam di The Albert Square Chop House, menikmati menu andalan steak sapi dan salmon yg enak bingits. Dessert ice cream yg yummy. Dengan perut kekenyangan kami   langsung meluncur ke Hotel Doble Tree by Hilton untuk istirahat.

Di Hotel Free Wifi asyiiik!!!!

Eits, bukannya bobok istirahat, begitu taruh barang-barang di kamar hotel. Mandi sebentar langsung jalan kaki ke Hard Rock Cafe Manchester. Dari hotel kurang lebih 15 menit jalan kaki. Melewati Piccadilly Circle (alun-alun) dan menikmati Manchester diwaktu malam. Udara yang sangat dingin membuat kami harus menutup tubuh rapat-rapat.

*Note harga kaos Hard Rock Cafe di sini lebih murah dibanding London. Uniknya disini ada edisi spesial kaos Hard Rock Cafe yang tidak dijumpai ditempat lain (bahkan London sekalipun) yaitu kaos HR warna biru muda khas warna seragam Manchester City serta kaos HR warna merah khas seragam Manchester United.

hard-rock-cafe-manchester manchester-at-night manchester-piccadilly

Oh iya, mengelilingi kota Manchester, kami seperti melihat sebuah wajah yang merepresentasikan masa lalu, kini dan yang akan datang. Bangunan-bangunan tua bersejarah di pusat kota nampak bersebelahan dengan bangunan baru dengan sentuhan arsitektur modern. Bangunan tua yang terawat kebersihannya ini tidak kalah pesonanya dengan bangunan-bangunan baru yang ada di sebelahnya. Dan dibeberapa bagian sudut kota banyak juga proyek-proyek bangunan baru dalam proses pembangunan.

01-cherry-blossom 02-piccadilly-corner 03-morning-at-manchester 04-morning-spirit 05-manchester-pigeon 06-manchester-piccadilly 07-busy-morning 08-spring-at-manchester 09-festival

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share This
%d blogger menyukai ini: